Tuesday, April 10, 2012

WISATA BUDAYA PASAR BARTER KABUPATEN LEMBATA



Pasar barter ini terletak di desa Labala dan desa Wulandoni Kecamatan Wulandoni dengan jarak tempuh 47 km dari Kota Lewoleba dan berjarak sekitar 3 km dari desa wisata Lamalera yang merupakan desa budaya penangkapan ikan paus secara tradisional.

Pasar barter merupakan salah satu pasar tradisional yang menggambarkan transaksi barang pada jaman dahulu sebelum manusia mengenal uang sebagai alat pembayaran. Akktifitas pasar barter Labala dilaksanakan setiap hari rabu dan Akktifitas pasar barter Wulandoni dilaksanakan setiap hari sabtu dimulai pada jam 10.00 pagi yang ditandai dengan tiupan peluit (Buri) dari petugas (mandor) yang mengawasi kegiatan barter.  


Untuk mencapai lokasi pasar barter tersebut terdapat angkutan umum yang melayani rute ke pasar Labala meskipun kondisi jalan sebagian belum beraspal dan masih terbatasnya  sarana dan prasarana pendukung pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah makan

Monday, February 6, 2012

MEMAKNAI GERAKAN “HALLO LEMBATA” (Oleh: Haryanto Bungan, SS PNS Pada Dinas Budpar Lembata)


MEMAKNAI GERAKAN “HALLO LEMBATA” 
(Oleh: Haryanto Bungan, SS. PNS Pada Dinas Budpar Lembata)

Masih terbersit dalam benak penulis, pada tanggal 17 Oktober 2011 yang lalu melalui amanat nya dalam upacara apel kesadaran PNS yang dipadukan dengan Apel HUT Otonomi Lembata yang ke 12 Bupati Lembata mencanangkan Gerakan Hallo Lembata. Dalam hati tentunya semua orang  bertanya: apa sebenarnya Makna Gerakan Hallo Lembata tersebut? 

Saya sangat tertarik dengan akronim tersebut  dan mencoba mengartikan HALLO LEMBATA berdasarkan persepsi dan pemahaman saya terhadap  gerakan tersebut. HALLO LEMBATA dua kata yang sederhana namun sangat dalam artinya jika dibedah. Saya mencoba memaknainya dengan mengartikan huruf demi huruf dari ke dua rangkaian kata tersebut

. Huruf “H” yang pertama dari kata hallo saya artikan dalam sebuah kalimat dalam Bahasa Inggris  “Harmonious and Interesting Island”(Pulau yang menarik dan harmonis). Mungkin saja melalui gerakan ini Duet Bupati Eliaser Yentji Sunur, ST dan Wabup Viktor Mado Watun, SH ingin mewujudkan Pulau Lembata sebagai sebuah pulau yang menarik dan harmonis. Menarik untuk di kunjungi oleh pengunjung atau wisatawan dan harmonis kehidupan masyarakatnya. Dua hal ini sangat berkaitan erat, sebuah daerah yang menarik ataupun indah namun tidak harmonis kehidupan masyarakatnya maka tentu tidak akan ada orang yang datang berkunjung ke daerah tersebut. Para wisatawan atau pengunjung tentunya takut jika daerah yang dikunjungi selalu terjadi konflik dan tidak harmonis. Untuk mewujudkan suatu pulau yang harmonis dan menarik maka Duet EYS dan Viktor Mado Watun telah menuangkan agenda kerja mereka yang berdasarkan pada visi dan misinya. Suatu Daerah jika ingin terlihat menarik dan indah maka, penataan ruangnya harus teratur, hal ini sejalan dengan visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yaitu: “Mewujudkan Lembata Yang Mandiri dan Produktif  Berbasis Potensi  Dalam Perspektif  Tata Ruang”. Sebuah daerah jika ingin terlihat menarik dan teratur maka harus ditata berdasarkan tata ruang yang tepat. Penataan Pemukiman, Penataan Pasar, Penataan Kawasan Pariwisata, Kawasan pertambangan, Kawasan Perindustrian harus betul-betul di atur dengan baik sehingga tata kota menjadi menarik.   

Lalu bagaimana mewujudkan kehidupan yang harmonis, Duet ini juga punya misi yang sangat ideal yaitu: Mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM, kehidupan sosial budaya, pemuda dan olahraga, serta penataan dan penegakan hukum melalui akselerasi peningkatan mutu pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan,penguatan kearifan lokal, produktifitas sumber pendapatan, dan harmonisasi sosial dalam kerangka NKRI.  

Misi tersebut di atas apabila di implementasikan dengan baik maka akan terciptalah suatu kehidupan yang harmonis. Kehidupan suatu daerah akan harmonis jika kualitas SDM nya baik, Kondisi sosial budayanya baik, kepemudaan dan olahraganya berkembang dengan baik, penegakan hukum dilaksanakan dengan baik, mutu pendidikan dan kualitas pelayanan kesehatan meningkat, pendapatan perkapita penduduk naik dan kearifan lokal tetap dijaga dan dilestarikan. 

Huruf ”A” dari kata Hallo saya mencoba mengartikan sebagai “Always make it as a memorable place for visitors (Selalu menjadikannya sebagai tempat yang dikenang oleh pengunjung). Saya sangat yakin jika Lembata telah ditata dan menarik, serta di dukung dengan kehidupan masyarakat yang harmonis, maka Lembata akan selalu di kenang oleh pegunjung atau  wisatawan  yang datang. 

Huruf “L” yang pertama dari kata Hallo  bermakna “Loving all Visitors who come (menyayangi dan mencintai serta menghormati setiap pengunjung yang datang). Jika kita ingin Lembata selalu di kenang maka kita harus menyayangi, mencintai dan menghormati setiap pengunjung yang datang.

 Huruf “L” kedua dari kata Hallo saya coba  mengartikannya sebagai “Living Together in good culture (Hidup Bersama dalam Budaya yang baik dan terpelihara). Perasaan menghormati, menyayangi dan menghargai hanya lahir dari sebuah budaya yang baik dan terpelihara dari masa ke masa. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa tidak cukup sebuah daerah memiliki berbagai potensi wisata alam  yang menarik dan indah tanpa didukung budaya dan tradisi yang baik dan terpelihara dari masa ke masa. Oleh karena itu budaya lokal warisan nenek moyang harus tetap dijaga dan dilestarikan karena disamping sebagi filter bagi pengaruh negatif  budaya asing kebudayaan  daerah juga merupakan aset kebudayaan nasional.

Huruf “O” dari kata hallo bermakna  “ One Day We Will Achieve Our Goal (Suatu Saat Kita Akan Mencapai Tujuan Kita). Apa sebenarnya yang menjadi tujuan kita melalui gerakan Hallo Lembata ini??. Dengan menjaga dan menata Lembata sebagai pulau yang indah dan menarik, menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, menjadikannya sebagai tempat yang selalu dikenang oleh para pengunjung, selalu mencintai dan menghormati wisatawan yang datang, dan selalu hidup berdampingan dalam tatanan budaya yang baik dan lestari tentunya yang ingin kita wujudkan adalah Lembata yang : Legendary (Melegenda  dan di kenang oleh banyak orang), Exquisite  (Elok dan terjaga kelestarian alam dan Budayanya)  Marvelous (Menawan Bagi setiap pengunjung yang menikmatinya) Beautiful (Berwibawa dan mandiri masyrakatnya) Amazing (Antik dan unik budaya dan atraksinya) , Tranquil (Takjub perasaan hati orang yang melihat keindahannya)  dan Adventorous (Membuat semua orang yang pernah berkunjung ingin Bertualang kembali ke pulau ini)

Mungkin ini sekelumit makna hallo Lembata yang coba saya paparkan. Gerakan yang bagus dan perlu di dukung dengan berbagai action planning yang tepat, terarah dan terukur. Mengakhiri tulisan saya coba merangkai sebuah pesan “Mari Kita ciptakan Lembata sebagai Pulau yang indah dan harmonis, menjadikan Lembata  sebagai sebuah tempat yang selalu di kenang oleh wisatawan, dengan cara mencintai dan menghargai semua pengunjung atau wisatawan yang datang dan selalu hidup berdampingan berlandaskan budaya turun temurun yang lestari dan percayalah dengan semuanya itu suatu saat akan mewujudkan Lembata yang : Legendaris, Elok, Menawan, Berwibawa, Antik, Takjub dan Adventure. Semua yang  datang ke Lembata akan menjadikan Lembata sebagai sesuatu yang melegenda, elok, dan menawan. Masyarakatnya yang Berwibawa dan mandiri serta budayanya yang Antik dan unik membuat semua wisatawan Takjub dan akan selalu Berpetualang ke LEMBATA…dan kita akan menyapanya dengan dua kata “HALLO LEMBATA”

Friday, July 8, 2011

FESTIVAL BUDAYA DAERAH KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2011

Beragam kesenian daerah yang dimiliki Kabupaten Lembata sedang mengalami stagnasi dan ditinggalkan  masyarakat pewarisnya, karena adanya pergeseran nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Lembata sehingga kesenian tradisonal lokal menjadi kehilangan makna baik sebagai hiburan, religi maupun  fungsi sosialnya.         
Generasi muda sebagai pewaris keseniaan tradisional Lembata mengalami kecenderungan yang semakin akrab dengan berbagai kesenian populer masa kini, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya dalam memberikan pemahaman, apresiasi dan pembinaan agar generasi muda tidak semakin terasing dengan keseniaan tradisional yang hidup dan berkembang di daerahnya. Pengembangan dan pemanfaatan berbagai jenis kesenian musik, tarian tradisional dikalangan generasi muda perlu terus dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan sebagai usaha dalam mempertahankan kelangsungan tumbuh kembang kesenian tradisional daerah di Kecamatan masing-masing.
Berdasarkan pertimbangan dan tujuan tersebut maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata menyelenggarakan Festival Budaya Daerah Kabupaten Lembata yang akan di ikuti oleh para peserta dari 9 (Sembilan) Kecamatan se-Kabupaten Lembata dengan menampilkan Keindahan seni musik dan tarian tradisionalnya sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam memfasilitasi pelestarian kebudayaan lokal yang dimiliki Kabupaten Lembata.
Kegiatan festival Budaya Daerah sebagai suatu upaya bersama dalam mengemas produk kesenian dan budaya lokal yang memiliki krakteristik unik dan Tarian tradisional serta musik pengiring tarian tradisional, karena kelangkaan yang spesifik menjadi daya tarik untuk ditampilkan dan dikomunikasikan sebagai aset budaya dalam lintasan generasi. Adapun  Kegiatan festival budaya daerah Kabupaten Lembata ini akan dilaksanakan dari tanggal 08-11 Agustus 2011 bertepatan dengan Rally Layar Internasional yang akan menyinggahi Kabupaten Lembata sebagai salah satu destinasi tetap. (disbudparlembata)

DESA LAMALERA A DAN BELABAJA DAPAT BANTUAN PNPM MANDIRI DESA WISATA TAHUN 2011


Desa Lamalera A Kecamatan Wulandoni, dan Desa Belabaja Kecamatan Nagawutung mendapatkan bantuan PNPM Mandiri Desa Wisata, dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2011 ini. Masing-masing desa mendapat alokasi dana sebesar Rp.70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) yang nantinya akan digunakan untuk mengembangkan potensi budaya dan pariwisata yang berada di desa tersebut.
Hal ini tentu merupakan kebanggaan bagi kabupaten Lembata berkat Kerja Keras Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata  serta pihak lain yang telah berusaha dan bekerjasama dengan dinas kebudayaan dan pariwisata kab. Lembata.  PNMPM Mandiri Pariwisata di Kabupaten Lembaya telah di launching dan akan dilaksanakan pada Bulan Juli-Desember 2011.


Mekanisme dan Prosedur pelaksanaan PNPM Mandiri Desa Wisata diawali dengan pembentukan tim teknis kabupaten Kota serta perekrutan fasilitator desa mandiri pariwisata dan telah sukses dilaksanakan dengan ditunjuknya Saudara Yosef Dion Ola Wutun, SE Sebagai tim teknis PNPM Mandiri Pariwisata Kabupaten Lembata dan 2 Orang fasilitator desa wisata atas nama : Hironimus Ksakel, SE sebagai fasilitator desa wisata Belabaja dan Yohanes Terong Oleona, SH Sebagi Fasilitator Desa Wisata Lamalera A. 


Tim teknis Kabupaten dan bersama fasilitator dan masyarakat desa penerima diharapkan dapat bekerja sama dengan baik mendata potensi Kebudayaan dan Pariwisata di desanya untuk dikembangkan melalui program ini. Sangat diharapkan pada tahun pertama ini pelaksanaan progam tersebut bisa mencapai hasil yang memuaskan agar pada tahun 2012 jumlah desa penerima PNPM Mandiri Pariwisata serta alokasi dananya dapat meningkat. (disbudparlembata)

Monday, July 4, 2011

SAIL INDONESIA 2011 SINGGAHI LEMBATA



Rombongan Peserta Lomba Layar Internasional yang terorganisir dalam Sail Indonesia Tahun 2011 dijadwalkan akan menyinggahi Kabupaten Lembata pada tanggal 8-11 Agustus 2011. Hal ini berarti untuk kesekian kalinya rombongan peserta Rally Layar Internasional Menyinggahi Kabupaten Lembata. 

Pemerintah Kabupaten Lembata melalui dinas terkait Yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata yang di Komandani oleh bapak Wenseslaus Ose, S.Sos, M.AP, bersama jajarannya yang terkait terus berbenah diri dalam mempersiapkan segala suatu yang berhubungan dengan pelaksanaan event internasional tersebut. Selain mempersiapkan fasilitas dan sarana penunjang untuk penyambutan para peserta sail, Pemerintah juga akan menjamu para peserta dengan jamuan makan malam (Gala Dinner) sebagai suatu bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para Tamu. Selain itu pula diharapkan kerjasama dari berbagai sektor terkait untuk bersama-sama mempersiapkan diri agar kabupaten Lembata dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu, dengan cara menjaga kebersihan kota dan lokasi pelabuan laut Lewoleba.


Selama 3 hari di Kabupaten Lembata para peserta Sail akan dihibur dengan pertunjukan dan pementasan seni dan budaya kabupaten Lembata yang akan dibawakan oleh kelompok-kelompok sanggar seni sekolah dan masyarakat. Para Peserta Sail Indonesia 2011 juga dijadwalkan akan mengunjungi beberapa tempat dan obyek wisata yang telah dipersiapkan oleh Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, bersama sama dengan Kelompok Sadar Wisata. 
 
 
Di Lokasi Wisata yang dikunjungi para peserta Sail Indonesia 2011 akan di hibur dengan pertunjukan seni dan budaya dan berbagai prosesi serta keunikan adat dan budaya serta cara hidup tradisional (way of life) masyarakat kabupaten Lembata. (disbudparlembata)
 

Tuesday, May 3, 2011

Pesona Bawah Laut Teluk Lewoleba Kabupaten Lembata

Teluk Lewoleba di Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata selain di Kenal memiliki potensi perikanan yang cukup bagus dan meiliki pemandangan yang indah ternyata menyimpan pesona bawah laut yang mempesona yang belum banyak diketahui oleh orang Lembata sendiri. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, Pada Tahun 2010 lalu melakukan survey dan foto bawah laut yang hasilnya cukup mengagumkan.
Ada beberapa titik yang diambil sampel dalam survey tersebut  dan salah satunya adalah Teluk Lewoleba yang terletak di Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Dari survei tersebut ternyata membuktikan bahwa sejumlah titik  Pantai dan di Teluk Lewoleba Kabupaten Lembata menyimpan pesona yang Indah dan Menawan dan salah satunya adalah Teluk Lewoleba. Foto-foto berikut ini adalah hasil jepretan kamera Tim Survey dari Universitas Nusa Cendana yang membuktikan bahwa potensi Wisata Kabupaten Lembata cukup bagus. 
Dalam Kaitan dengan pengembangan potensi pariwisata khususnya wisata bahari maka yang perlu diperhatikan adalah Insfrastruktur yang memadai. Insfrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan udara adalah 3 syarat utama yang harus dibenahi dalam waktu dekat guna mendukung pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Lembata.
Potensi Wisata Bahari yang bagus ini harus dikembangkan oleh pemerintah jika pemerintah menginginkan peningkatan pendapatan asli daerah kabupaten Lembata dan Peningkatan Ekonomi Lokal Masayarakat. Janganlah berpikir yang terlalu idealis dalam pembangunan ekonomi rakyat karena Pariwisata adalah jawaban dari semuanya itu.
Melihat kenyataan yang ada bahwa selama ini Pemerintah dan DPRD belum sepenuhnya mendukung pengembangan Potensi pariwisata Kabupaten Lembata. Mengacu pada hasil penelitian tersebut timbul suatu  pertanyaan mendasar apakah potensi ini akan dibiarkan begitu saja, daripada berbicara tentang potensi yang belum jelas buktinya mengapa kita tidak mengembangkan potensi ini. Foto-foto tersebut dapat menjadi data penting yang bisa mendorong pemerintah daerah Lembata untuk mengembangkan potensi ini. 

By...Haryanto Bungan, SS
Staff Perencanaan Program Disbudpar Lembata


 

Pantai Tapobaran dan Pesona Bawah Laut Yang Indah

Pantai Tapobaran di Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata tidak hanya indah pantainya dan pemandangannya saja namun menyimpan pesona bawah laut yang mempesona yang belum banyak diketahui oleh orang Lembata sendiri. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, Pada Tahun 2010 lalu telah melaksanakan satu kegiatan penting yaitu mengambil data potensi bawah laut Kabupaten Lembata. 
Ada beberapa titik yang diambil dan salah satunya adalah Pantai Taobaran yang terletak di Kecamatan Lebatukan  Kabupaten Lembata. Dari survei tersebut ternyata membuktikan bahwa sejumlah titik  Pantai di Kabupaten  menyimpan pesona yang Indah dan Menawan dan salah satunya adalaha Pantai Tapobaran. Foto-foto berikut ini adalah hasil jepretan kamera Tim Survey dari Universitas Nusa Cendana yang membuktikan bahwa potensi Wisata Kabupaten Lembata cukup bagus. 
Berbicara tentang pengembangan potensi ini salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah Insfrastruktur yang memadai. Insfrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan udara adalah 3 syarat utama yang harus dibenahi dalam waktu dekat guna mendukung pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Lembata ini yang mana salah satunya adalah Pantai Tapobaran di Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata
Melihat kenyataan yang ada bahwa selama ini Pemerintah dan DPRD belum sepenuhnya mendukung pengembangan Potensi pariwisata Kabupaten Lembata. Mengacu pada hasil penelitian tersebut timbul suatu  pertanyaan mendasar apakah potensi ini akan dibiarkan begitu saja, daripada berbicara tentang potensi yang belum jelas buktinya mengapa kita tidak mengembangkan potensi ini. Foto-foto tersebut dapat menjadi data penting yang bisa mendorong pemerintah daerah Lembata untuk mengembangkan potensi ini. 
Gebrakan yang telah dilakukan oleh SKPD terkait dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata harus didukung oleh semua pihak. Dalam hal ini Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, Pihak swasta dan investor perlu diajak untuk bergandengan tangan mengembangkan potensi ini.  

By...Haryanto Bungan, SS
Staff Perencanaan Program Disbudpar Lembata

Pesona Bawah Laut Waijarang Kabupaten Lembata

Pantai Waijarang di Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata tidak hanya indah pantainya dan pemandangannya saja namun menyimpan pesona bawah laut yang mempesona yang belum banyak diketahui oleh orang Lembata sendiri. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, Pada Tahun 2010 lalu telah melaksanakan satu kegiatan penting yaitu mengambil data potensi bawah laut Kabupaten Lembata. Ada beberapa titik yang diambil dan salah satunya adalah Pantai Waijarang Kabupaten Lembata. Hasil yang tak terduga, walaupun di beberapa titik mengalami kerusakan namun ternyata menyimpan pesona yang Indah dan Menawan. 
Melihat kenyataan yang ada bahwa selama ini Pemerintah dan DPRD sangat antipati dalam pengembangan Potensi pariwisata Kabupaten Lembata, maka hasil penelitian tersebut dapat menjadi data penting yang bisa mendorong pemerintah daerah Lembata untuk mengembangkan potensi ini. 
 Gebrakan yang telah dilakukan oleh SKPD terkait dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata harus didukung oleh semua pihak. Dalam hal ini Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, Pihak swasta dan investor perlu diajaka untuk bergandengan tangan mengembangkan potensi ini. 
 Potensi ini sangat menganggumkan dan jika dikembangkan dengan baik akan menjadi sumber potensi yang handal dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

By...Haryanto Bungan, SS
Staff Perencanaan Program Disbudpar Lembata

Wednesday, April 27, 2011

Rumah Adat dan Ritus Pesta Kacang di Jontona - Ile Ape

Jontona terletak di Kecamatan Ile Ape. Dari Jontana tepatnya di Dusun Lewohala yang terletak di ketinggian Gunung Ile Ape terdapat kampung tua dengan kompleks rumah adat dimana masing-masing mempunyai kelengkapan untuk upacara adat seperti keramik, gading, dll. Disini setiap tahunnya pada bulan September selalu diadakan upacara adat Sora Utan dan Pesta Makan Kacang yang unik yang terpusat pada rumah-rumah adat. Selama upacara pesta kacang, pengunjung dapat menikmati atraksi-atraksi budaya serta dapat menikmati tarian-tarian tradisional beserta perlengkapan-perlengkapan yang digunakan dalam tarian-tarian tersebut. Disamping itu pengunjung juga dapat menyaksikan hasil tenun ikat tradisional Ile Ape serta melakukan hiking dari Desa Jontana menuju Kampung Lewolaha untuk menikmati panorama laut dari Gunung Vulkanis Ile Ape. 
Pesta kacang ini sangat penting maknanya secara kultural maupun religius. Lazim digelar tiap bulan Agustus, seperti sekarang, pesta kacang merupakan momentum untuk menengok kampung lama [lewo nolungen, lewo ulun]. Berada di kampung lama ibarat kembali ke akar kami sebagai lewo alawen, orang Lamaholot. Di sinilah aneka ritual adat Lamaholot [versi Mawa/Nobolekan] digelar secara relatif sempurna.

Kenapa disebut kampung lama? Ceritanya, hingga awal 1970-an penduduk Ile Ape yang berada di kawasan pesisir utara tinggal di kaki Ile Ape alias Gunung Api. Ata kiwan. Sekitar 5-7 kilometer dari pantai. Rumah di kampung lama sangat sederhana. Namanya ORING atau pondok. Tak pakai dinding. Setiap suku atau fam punya gugus rumah sendiri-sendiri. Rumah ini sangat sentral dalam momentum pesta kacang.

Pengaruh modernisasi, perjumpaan dengan dunia luar, kedatangan misionaris Katolik, era Orde Baru... membuat nenek moyang kami perlahan-lahan eksodus ke bawah [pantai]. Pondok-pondok, berikut berbagai perlengkapan adat, termasuk logam-logam peninggalan zaman dulu, ditinggalkan. Kampung lama pun menjadi arena kosong. Hanya ada beberapa orang yang mampir kalau kebetulan lewat.

Kampung lama, bagi anak-anak era 1980-an macam saya, ibarat sesuatu yang angker. Wingit, kata orang Jawa. Punya nilai mistis sangat tinggi. TULA GUDUNG atau upacara-upacara adat sangat khas. Juga ada banyak larangan, misalnya, tidak boleh mengambil sedikit pun salah satu bagian dari atap pondok dari daun kelapa atau alang-alang. Tidak boleh ini, tidak boleh itu.

Suku Hurek Making seperti saya ada tambahan pemali: Tidak boleh makan daging anjing! Kenapa? Ada legendanya sendiri. Kalau makan daging anjing, kata nenek moyang, bisa terkena penyakit kulit yang sulit disembuhkan. Harus bikin upacara di rumah adat di kampung lama dan melakukan macam-macam ritual. Tapi, anehnya, banyak famili kami, fam Hurek, di luar Nusa Tenggara Timur yang makan daging anjing.

"Itu kan makanan, ciptaan Tuhan. Saya ikut Alkitab saja deh," kata Cornelis Hurek, paman saya di Malang. Pak Cornelis ini malah beternak anjing. Banyak sekali! Orang-orang Lembata di Malang dan sekitarnya sering mampir di rumahnya, Kota Lama Gang Buntu 66 Malang, hanya untuk... makan RW. Tahu kan RW? Hehehehe....

Sebelum 1990, pesta kacang berlangsung biasa-biasa saja. Hanya ritual tahunan khusus untuk penduduk di kampung kami, khususnya Mawa dan Nobolekan. Pada era pembentukan 'desa gaya baru' di pesisir pantai, Mawa menjadi Desa Napasabok, sedangkan Nobolekan bergabung dengan Desa Bungamuda. Tapi dulu di kampung lama orang Mawa [Napasabok] dan Nobolekan ini satu kampung alias satu darah. Maka, logat Mawa dan Nobolekan sama saja. Beda dengan logat Atawatung atau Lamawara atau Lewotolok, desa tetangga.

Pesta kacang biasanya berlangsung lebih dari satu minggu. Diawali dengan membersihkan dan memperbaiki rumah adat suku masing-masing. RIE WANAN [tiang kanan] diperciki darah ayam oleh kepala suku. Halaman dan semua bagian penting di kampung lama dibersihkan. Para perempuan mengambil air dari sumur yang ada di bawah [pantai].

Ibu-ibu sibuk memasak. Para bapak yang pintar memancing atau menjala ikan ke pantai. Semua keluarga urunan lauk-pauk, gotong-royong luar biasa. Saya biasanya bantu menganyam ketupat. Ini makanan pokok pesta kacang. Simpanan kacang panjang [merah] di LEPO, wadah anyaman dari daun lontar, dikeluarkan. Kacang ini nantinya dicampur dengan jagung, dibuatlah ketupat. Komposisi kacangnya cukup besar.

Dari sinilah muncul istilah PESTA KACANG. Yah, kacang panjang dan kacang hijau memang makanan penting di Ile Ape. Ibu-ibu tidak pernah memasak nasi jagung 100% atau beras 100%, tapi mencampurnya dengan kacang sebagai NALINGEN. Tentu kacang direbus dulu sampai matang, baru ditanak dengan jagung menjadi nasi jagung.

Jadi, nenek moyang di Ile Ape sebenarnya secara tidak sadar mengkombinasikan karbohidrat dan protein nabati [kacang-kacangan] dalam makanannya. Ditambah sayur merungge alias kelor, plus ikan laut, wah menu itu cukup komplet menurut ilmu gizi. Sampai sekarang banyak orang Ile Ape 'tidak bisa' makan nasi kalau nasinya murni macam di Jawa. Harus ada NALINGEN alias biji-biji kacang panjang.

Pesta kacang yang semula biasa-biasa saja, alamiah, tradisional, lama-kelamaan diketahui orang luar. Termasuk turis Eropa. Orang-orang Ile Ape yang kebetulan menjadi pejabat, mahasiswa, dosen, perantau... menceritakan hal ini kepada orang luar. Lantas, muncul ide untuk menjadikan pesta kacang sebagai event pariwisata budaya.